Pages

Rabu, 29 Juni 2011

The Adventures of Tom Sawyer

Saya rasa Petualangan Tom Sawyer merupakan novel terjemahan pertama yang saya baca. Saya membacanya ketika duduk di kelas tiga SD; di usia – usia itu, saya masih sangat menikmati majalah Bobo atau Ananda.
Saat itu jam istirahat. Biasanya saya dan teman – teman menghabiskan setengah jam waktu istirahat itu di perpustakaan. Ketika saya sedang membolak – balik sebuah buku, seorang teman saya cekikikan saat membaca sebuah buku. Ia memperlihatkan satu halaman dengan gambar yang bertuliskan: ....hingga terlihatlah tulisan, “Aku cinta padamu” pada saya. Pada waktu itu, mengatakan “Aku Cinta Padamu” merupakan suatu hal yang tabu. Kami biasa saling ejek dengan mengatakan bahwa si A adalah pacar si B. Wajar, jika teman saya itu tertawa – tawa  membaca tulisan itu. Saya meletakkan buku yang saya pegang dan bersama – sama teman saya itu membolak – balik buku yang menggelikan itu. Untungnya teman saya tidak berminat membacanya. Maka saya pun gantian mengambil buku itu dan berniat meminjamnya.
Petualangan Tom Sawyer saat itu dicetak dalam lima jilid, seingat saya. Dan buku yang saya pegang adalah salah satu jilid saja. Saat itu juga saya mencari jilid – jilid yang lain di seluruh rak perpustakaan karena meskipun bersambung, jilid – jilid yang lain menyebar di seluruh rak. Syukur karena ternyata semua jilid masih ada. Saya meminjam semuanya, membacanya berkali – kali dan mengembalikannya ke perpustakaan setelah saya hampir lulus dari SD itu.
Setelah itu, saya pun “putus hubungan” dengan buku luar biasa itu. Berpuluh tahun kemudian, tahun 2006,  buku itu dicetak ulang untuk yang kelima kalinya. Masih diterbitkan oleh Pustaka Jaya, diterjemahkan oleh Djokolelono, dan ilustrasi oleh A. Wakidjan. Namun, berbeda dengan cetakan yang saya baca ketika SD, cetakan kelima ini sudah digabungkan dalam satu jilid. Saya pun membacanya kembali dan mengenang masa – masa SD saya.
Tom Sawyer adalah seorang yatim piatu yang tinggal bersama bibinya, Bibi Polly. Ia adalah seorang anak yang memiliki kecerdasan, kenakalan dan kelicikan khas anak lelaki. Saya kira, saat itu saya menyukai Petualangan Tom Sawyer karena merasa Tom Sawyer pantas dijadikan panutan. Meskipun bibi Polly sadar kalau dikelabuhi oleh Tom, namun Tom selalu bisa mengelabuhi sang bibi. Selain dengan bibinya, Tom juga tinggal dengan Mary dan Sidney, saudara tirinya. Berbeda dengan Tom, Sidney dan Mary adalah anak baik – baik.
Petualangan Tom Sawyer mengambil seting abad ke 19. Saat itu masih ada perbudakan. Masih banyak terdapat takhayul – takhayul. Takhayul – takhayul ini banyak dijumpai di banyak bagian dari buku. Salah satu contohnya adalah ketika Tom memberitahu Huck bagaimana cara mengobati kutil yang diderita oleh Huck. Menurut Tom, kutil bisa diobati dengan melemparkan bangkai kucing di kuburan pada tengah malam saat siangnya terdapat orang jahat yang dikubur. Sembari melemparkan bangkai itu diucapkanlah mantra: 'Devil follow corpse, cat follow devil, warts follow cat, I'm done with ye!' (dalam buku terbitan Pustaka Jaya diterjemahkan: “Setan ikuti mayat, kucing ikuti setan, kutil ikuti kucing. Kau tak kuperlukan lagi”).
Saya menyukai Petualangan Tom Sawyer karena kisah Tom merupakan kisah keseharian yang dekat dengan kehidupan masa kecil saya. Saat kecil kami takut dengan lolongan anjing di malam hari. Di kampung saya terdapat batu besar di pinggir jalan. Dan kami tidak berani melintas di jalan itu pada hari jum’at karena katanya si batu akan melahap kami jika berani melakukannya. Kami suka bermain perang – perangan dan menganggap diri kami adalah pahlawan pembela kebaikan. Kami juga memiliki teman sekelas yang kami dilarang untuk bergaul dengannya karena ia adalah anak yang sangat nakal. Di buku Tom Sawyer, takhayul dan berperan sebagai bajak laut atau Indian merupakan kesukaan Tom dan teman – temannya. Di sana juga ada Huckleberry Finn, gelandangan yang menyebabkan Tom dicambuk oleh gurunya karena berbincang dengannya. Mungkin yang berbeda adalah keberanian Tom untuk merayu Becky Thatcher, gadis pujaannya. Seperti saya katakan di muka, pergaulan anak laki – laki dan perempuan sampai taraf “pacar – pacaran” merupakan hal tabu.
Dan satu lagi, kami tidak pernah minggat dari rumah sebagaimana yang dilakukan oleh Tom dan teman – temannya. Kami juga belum pernah mengungkap kejahatan ketika kami bermain seperti yang terjadi pada Tom. Kami tidak seberani Tom. Mungkin jika kami berhasil mengungkap kejahatan sebagaimana Tom, buku Petualangan Tom Sawyer ini tidak menarik lagi bagi saya, karena tidak ada bedanya dengan keseharian saya.
Petualangan Tom Sawyer bertutur seputar kehidupan Tom dengan keluarganya, dengan sekolah, dengan Becky gadis pujaannya, dengan teman – temannya dan dengan pembunuh berdarah Indian. Mark Twain merangkai kisah keseharian Tom ini dengan sangat baik. Petualangan Tom Sawyer sangat terkenal di seluruh dunia dan saya rasa juga mempengaruhi penulisan karya sastra di seluruh dunia. Saya pernah membaca buku “Si Doel Anak Betawi” dan bab pertama dari buku “Si Doel Anak Betawi” sangat mirip dengan bab pertama dari buku Petualangan Tom Sawyer ini. Saya kira “Si Doel Anak Betawi” juga terinspirasi Petualangan Tom Sawyer.
Ada satu hal yang mengganjal dalam penerjemahan The Adenture of Tom Sawyer ini. Ketika saya membaca Petualangan Tom Sawyer terbitan Pustaka Jaya, kata “Showed Off” di buku aslinya diterjemahkan dengan “Jual Tampang”. Ketika SD saya bertanya – tanya terus arti dari kata “Jual Tampang” itu. Di terbitan Bentang, kata “Showed Off” diterjemahkan dengan “Pamer”. Saya rasa, baik “Jual Tampang” atau “Pamer” tidak pas untuk menerjemahkan kata “Showed Off”. Bagi saya, terjemahan terbaik untuk “Showed Off ” adalah “Cari Perhatian.”
Buku terbitan Bentang ini saya sambut dengan suka cita. Saya ingin agar anak – anak juga membaca buku petualangan Tom Sawyer ini agar mereka dapat lebih menghargai bermain di luar rumah, bersosialisasi dengan teman sebaya mereka. Saat ini, banyak anak yang lebih suka bermain dengan gadget mereka dibandingkan dengan teman – teman mereka.

Judul: The Adventures of Tom Sawyer
Penulis: Mark Twain
Penerjemah: Nin Bakdi S.
Penerbit: Penerbit Bentang
Tebal: 356 halaman 
Cetakan: I, April, 2011

5 komentar:

  1. akan aku rekomendasikan buat bacaan anakku, pasti seru......:)

    BalasHapus
  2. Sama aku juga baca lagi dengan jarak bertahun-tahun dengan waktu baca pertama. Waktu baca lagi, sebagai orangtua,mikirnya " nakal banget nih anak " :D

    BalasHapus
  3. @masniaty handrianie: tentu dengan bimbingan orang tua ya. terima kasih
    @nannianest: ya. tapi, mungkin jika saya tidak membacanya waktu SD, Bisa jadi buku ini tidak menarik bagi saya. Buku ini membangkitkan kenangan masa kecil saya. terima kasih

    BalasHapus
  4. Setuju dengan paragraf terakhir. Mungkin karena itu juga (pengaruh gadget & teknologi), buku2 tema petualangan kurang disukai anak2 jaman sekarang ya?

    Eh, jadi ceritanya kamu udah baca Tom Sawyer dalam 3 versi ya?

    BalasHapus
  5. @Fanda: kalau masalah mereka suka baca buku petualangan atau tidak, saya tidak tahu. yang saya tahu mereka lebih suka bermain dengan gadget itu tadi daripada keluar rumah bermain dengan teman sebayanya. itu di lingkungan saya lho.

    ya. saya baca terbitan Pustaka Jaya, dan Bentang. versi bahasa Inggrisnya saya download dari goodreads. saya membacanya untuk mengetahui bahasa inggris dari buku terjemahannya. ya seperti "showed off" itu tadi. eh, juga untuk mengetahui bahasa inggris dari mantra - mantra yang ada di buku terjemahannya. makasih mbak fanda

    BalasHapus