Pages

Senin, 27 Juni 2011

Lee Raven Boy Thief

Walaupun saya “sukses” menyelesaikan buku ini, kebosanan menghinggapi saya dalam menit – menit selama membacanya. Mengapa? Karena membaca buku ini seperti memunguti potongan – potongan puzzle kemudian berpusing – pusing menyusunnya agar kesuluruhan cerita bisa mewujud. Mungkin saya terlalu berlebihan. Namun menurut saya buku ini akan lebih menarik jika ditulis dalam gaya yang mengalir. Bukan seperti seorang polisi yang menanyai beberapa orang saksi agar mendapatkan gambaran kasus yang terjadi.
Buku ini sebenarnya berisi kisah tentang perjalanan sebuah buku ajaib sejak masa prasejarah sampai masa moderen. Karena telah melewati masa yang sedemikian panjang, buku ini bisa merekam peristiwa apapun yang telah dialaminya. Selain ia bisa merekam seluruh buku yang telah ditulis di dunia ini, ia juga mampu menceritakan perjalanan hidupnya. Menceritakan? Ya, buku ajaib ini bisa berbicara. Namun dalam kisah Lee Raven ini, sang buku ajaib hanya berbicara kepada Lee Raven saja.
Namun kisah ini ditulis oleh Zizou Corder dengan gaya bertutur berbeda. Terus terang, saya baru kali ini menemui novel dengan gaya bertutur semacam ini. Corder seolah bertemu dengan tokoh – tokoh dalam novel ini dan mewancarai mereka satu persatu. Inilah tokoh – tokoh yang bertutur dalam novel ini:
Pertama adalah Lee Raven. Ia adalah tokoh utama dalam cerita. Lee adalah seorang penderita disleksia. Karena alasan inilah sang buku ajaib kemudian berbincang dengan Lee Raven, suatu hal yang tidak ia lakukan terhadap orang lain. Meskipun Lee adalah seorang pencopet, sang buku ajaib memandang Lee sebagai anak yang baik. Ia percaya pada Lee.
Kedua adalah Finn Raven, ia adalah saudara Lee Raven. Ia adalah orang yang menolong Lee Raven terhindar dari kejaran polisi. Ketiga adalah saudara Lee Raven yang lain yaitu Billy Raven. ia adalah seseorang yang mencuri buku ajaib dari Lee Raven untuk dijual kepada Nigella Lurch.
Keempat adalah Edward Maggs. Ia adalah pemilik toko buku. Seorang yang berhati baik tetapi sempat mengurung Lee Raven karena menelusup ke dalam rumahnya diam – diam. Ia juga orang yang dipercaya oleh Ernesto de Saloman untuk menyimpan buku ajaib ini sebelum tercuri oleh Lee Raven.
Yang berikutnya adalah Janaki. Ia adalah gadis keturunan India yang bekerja di toko Edward Maggs. Ia adalah seorang gadis yang cerdas. Menurut Maggs, Janaki adalah seorang gadis yang memiliki kemampuan berbicara dengan gaya moderen. Inilah alasan mengapa Maggs mengandalkan Janaki dalam berdialog dengan orang lain. Janaki adalah orang pertama yang mengetahui keberadaan buku ajaib setelah tercuri. Sekali lagi ini berkat kecerdasannya.
Lalu ada Nigella Lurch. Ia adalah seorang anak penulis yang gagal. Ia sendiri juga meniti karir sebagai penulis. Namun, ia juga berbisnis. Beberapa diantaranya adalah bisnis ilegal seperti perdagangan senjata, dan perdagangan manusia. Inilah yang mendatangkan banyak uang padanya. Nigella Lurch ingin memiliki sang buku ajaib. Untuk itu ia melakukan apapun agar dapat memilikinya.
Yang terakhir adalah si buku ajaib. Isi dari buku ajaib ini bisa berubah – ubah sesuai dengan minat si pembaca dirinya. Ketika ia dibuka oleh Maggs, halaman – halaman dari buku berisi tentang diari Shakespeare. Ketika dibuka oleh Lee Raven, ia berisi cerita – cerita dari buku Beano Annual. Buku yang sering dibacakan ibu Lee Raven  untuknya.
Baiklah, sekarang akan saya sampaikan mengapa buku ini membosankan bagi saya. Seperti saya katakan di awal, kisah dalam buku ini dituturkan oleh para tokoh cerita. Memang penuturan satu tokoh meneruskan penuturan tokoh yang lain. Tetapi, kisah yang sudah kita baca dari penuturan tokoh sebelumnya seringkali diulangi oleh tokoh yang berikutnya. Karena itu, saya kira jika tidak ditulis dalam gaya seperti ini mungkin novel ini tidak akan setebal 295 halaman. Selain itu, kadang penuturan suatu tokoh tidak langsung meneruskan kisah. Tetapi tokoh yang baru ini mengenalkan dirinya terlebih dahulu. Nigella Lurch menuturkan kisah hidupnya terlebih dahulu sebelum menyambung kisah tentang si buku ajaib. Karenanya, selagi kita terfokus pada kisah tentang si buku ajaib, tiba – tiba kita harus mendengarkan riwayat hidup si Nigella Lurch ini. Bagi saya, ini seperti menonton kartun Donald Duck, dan ketika seru – serunya kita dialihkan ke film dokumenter tentang bagaimana Donald Duck dilahirkan oleh Walt Disney.
Lalu, ada sebuah kalimat panjang sekali yang memaksa saya mengerutkan dahi. Inilah kalimat di halaman 57 itu:
Kakek buyutnya kakekku, yang bernama Frederick Bryden Raven, pada akhir hayatnya mengetahui bahwa rute utama dari seluruh gorong – gorong utama dan sebagian besar gorong setempat: gorong tua yang berbasis pada parit dan sungai tua di London yang telah ditutui ketika dipenuhi kotoran, dan parit Mr. Bazalgette yang baru, tinggi, cukup bagus, dan bersih, dilengkapi undak – undakan masuk dan keluar, dan jadwal pembersihan mingguan sehingga kau bisa berencana untuk keluar pada hari sebelumny dan mendapatkan sampah yang sudah menumpuk selama seminggu dan tidak ikut tergelontor.
Saya rasa ini masalah dalam penerjemahannya saja. Penerjemah seharusnya bisa membuat kalimat ruwet seperti itu menjadi sederhana. Terakhir, ada pada akhir – akhir cerita. Halaman – halaman akhir, saya rasa sangat janggal dan terlalu dipaksakan . Yang janggal? Si buku ternyata memiliki kemampuan yang luar biasa. Tetapi mengapa kemampuan ini tidak muncul ketika ia “disiksa” oleh Niggela Lurch?
Kesimpulannya: buku dengan sampul yang bagus tetapi dengan isi yang memaksa saya memberi bintang satu saja.


Informasi Buku:
Buku 7
Judul: Lee Raven Boy Thief, Lee Raven Pencopet Cilik
Penulis: Zizou Corder
Penerjemah: Debbie J. Christ dan Donna Widjajanto
Penerbit: Gramedia
Tebal: 295 halaman
Cetakan: I, April 2011

2 komentar:

  1. Wah, iya..kok bisa barengan yah?
    Kalo aku sih cukup enjoy sih karena seru aja ceritanya, dan yg aku paling suka adalah hubungan si Booko dan Lee. Hehe...kamu jarang baca fiksi kayaknya ya?

    BalasHapus
  2. @Fanda: betul mbak, saya memang jarang baca fiksi. awalnya saya memang tertarik dengan tulisan di sampul buku; tentang anak disleksia dan hubungannya dengan buku. tapi isinya tidak seperti yang saya harapkan. terima kasih

    BalasHapus