Pages

Senin, 20 Juni 2011

Outliers, Rahasia di Balik Sukses

Diantara keempat buku Gladwell, Outliers adalah buku yang paling saya sukai. Walaupun Buku Gladwell selalu penuh kejutan, Outliers mengangkat tema yang menarik minat hampir sebagian besar orang; kesuksesan. Buku tentang kesuksesan yang pertama kali saya baca adalah 7 Habits of Highly Effective People karangan Stephen Covey. Lalu buku – buku Dale Carnegie dan juga Emotional Intelligence-nya Daniel Goleman. Buku Covey dan Carnegie selalu memuat tips – tips untuk meraih kesuksesan. Buku – buku semacam ini selalu laris manis hingga perlu dicetak ulang berkali – kali dan bahkan Covey perlu menulis kebiasaan ke-8 yang perlu dilakukan agar meraih kesuksesan dalam buku yang sangat tebal.
Namun, meski mengangkat tema yang sama, Outliers beda. Banyaknya data yang termuat dalam buku ini masih mengingatkan saya dengan bukunya Daniel Goleman. Tapi, Gladwell menulisnya dari sisi yang berlainan.
Jika dalam Tipping Point, Gladwell menulis seputar perubahan yang mungkin saja terjadi, dan dalam Blink ia menggugah setiap orang agar lebih memperhatikan intuisi, dalam Outliers, Gladwell menulis tentang faktor – faktor yang menyebabkan orang meraih kesuksesan dan kebalikannya, faktor – faktor yang menyebabkan orang gagal dalam meraih kesuksesan.
Sebelum lebih jauh, ada baiknya kita memahami makna dari outliers itu. Saya membuka kamu Oxford Advance Learner’s Dictionary untuk mengetahui arti dari Outliers itu dan tidak menemukan kata itu di dalamnya. Karenanya lebih baik kita mengambil penjelasan Gladwell untuk menjelaskan arti dari Outliers itu. Ketika ditanya apa itu Outliers, Gladwell mengatakan bahwa Outliers merupakan istilah yang digunakan untuk menunjukkan   sesuatu atau fenomena yang berada di luar kebiasaan.
Di pembukaan, Gladwell menulis contoh dari Outliers itu. Di tahun 1950-an, penyakit jantung menjadi epidemi di Amerika Serikat. Penyakit jantung menjadi penyebab utama kematian pria yang berusia di bawah 65 tahun. Namun di Roseto, Pennsylvania, jarang sekali orang yang meninggal karena penyakit jantung. Inilah Outliers itu.
Namun fenomena Roseto bukanlah disebabkan kekuatan magis atau mukjizat. Maka dilakukanlah penelitian. Pertama, ditelitilah kebiasaan makan orang Roseto. Jika mereka tidak terkena serangan jantung, bisa dipastikan pola makan mereka sehat. Namun itu keliru. Orang – orang Roseto mengkonsumsi lemak babi, mereka perokok berat dan jarang berolahraga. Lalu apa yang menyebabkan Outlier muncul pada orang – orang Roseto? Ternyata, faktor utama yang membuat mereka terhindar dari serangan jantung adalah mereka memiliki kehidupan sosial yang sehat. Mereka saling berkunjung, mereka saling bantu dan mereka saling menghormati.
Di seluruh bagian buku ini anda akan disuguhi dengan kejutan – kejutan ajaib yang merontokkan keyakinan kita selama ini. Saat ini, betapa banyak orang tua yang sangat memperhatikan nutrisi anak – anak mereka. Menyekolahkan mereka di sekolah – sekolah terbaik dan mengikutkan mereka dalam berbagai les. Asumsi umum yang diterima, orang – orang yang memilik kecerdasan di atas rata – rata, mereka akan lebih mungkin mendapatkan kesuksesan dibandingkan dengan orang yang memiliki kecerdasan biasa – biasa saja. Tetapi, jika outlier terjadi, orang yang lebih cerdas dari Einstein sekalipun tidak akan menjadi apa – apa.
Christopher Langan memiliki IQ sebesar 195, 30 persen lebih tinggi daripada IQ Einstein. Tapi, ia tinggal di peternakan kuda dan tidak menjadi akademisi seperti yang diidam – idamkannya meskipun ia menguasai teori matematika super rumit dan memiliki kefasihan bahasa yang tanpa tanding. Ia bisa jadi berkali lipat lebih pintar daripada Masatoshi Koshiba, peraih Nobel Fisika dari Jepang. Tapi ia tidak bisa menjadi apa – apa karena outlier terjadi padanya. Apa outlier yang terjadi pada Langan? Silakan anda baca sendiri bukunya.
Melalui Outliers, Gladwell ingin memberitahu bahwa kesuksesan yang terjadi pada seseorang bukanlah disebabkan semata – mata oleh usaha pribadi dari orang tersebut.  Kesuksesan yang terjadi merupakan efek dari kombinasi usaha pribadi, usaha dari banyak orang dan berbagai keadaan yang berpengaruh. Oleh karenanya, masyarakat memiliki kontribusi dalam menentukan kesuksesan atau ketidaksuksesan dari seseorang.
Ide di paragraf di atas (masyarakat memiliki kontribusi dalam menentukan kesuksesan atau ketidaksuksesan dari seseorang)sangat menarik bagi saya. Ketika review ini saya tulis, saya membaca berita tentang Ruyati, TKW yang dihukum pancung karena didakwa melakukan pembunuhan di Arab Saudi. Mengapa negara kaya seperti Indonesia harus mengirimkan TKW yang menjadi bulan – bulanan di luar negeri? Mengapa banyak negara yang meremehkan negara besar ini?
Kita adalah negara yang kaya dengan sumber daya. Asumsinya, kita mampu menjadi negara yang mandiri dan disegani negara – negara lain. Tapi, jika kita merujuk pada Gladwell, Indonesia adalah contoh yang baik untuk outlier. Agar kita menjadi negara yang disegani kita perlu menyadari ide dari Gladwell: masyarakat memiliki kontribusi dalam menentukan kesuksesan atau ketidaksuksesan dari seseorang
Selain tema yang menarik, tampilan buku ini juga menarik bagi saya. Ilustrasi sampul yang sama persis dengan edisi bahasa Inggrisnya saya rasa mampu “berbicara” mengenai isi buku. Di bagian atas sampul, terdapat gambar kelereng, menurut saya itu kelereng, yang terkumpul dengan kelereng – kelereng lain. Sedangkan di bawah tulisan OUTLIERS terdapat satu kelereng  yang terpisah dengan kumpulan kelereng di atas tadi.
Saran saya, baca buku ini.


N.B: Saya tidak bisa memenuhi janji saya untuk menulis Review setiap minggu pagi. Minggu – minggu lalu saya disibukkan dengan urusan – urusan pekerjaan yang menuntut waktu luang saya.Baru hari ini saya bisa menuliskan Review saya yang selanjutnya. Mudah - mudahan saya bisa selalu memenuhi target untuk membaca dan menuliskan reviewnya setiap minggu.

Informasi Buku:
Buku 5
Judul: Outliers, Rahasia di Balik Sukses
Penulis: Malcolm Gladwell
Penerjemah: Fahmy Yamani
Penerbit: Gramedia
Tebal: 339 halaman
Cetakan: I, 2009

3 komentar:

  1. Wah, makasih banyak! Sejak lama aku pengen baca bukunya Malcolm Gladwell, tapi sekarang kan udah ada banyak bukunya. Aku malah bingung mau baca yg mana duluan. Sebenarnya udah kepikiran buat beli boxsetnya, tapi kok mahal yah..
    Baca review ini, kayaknya aku akan mulai dgn Outliers aja. *segera tambahin ke wishlist*

    BalasHapus
  2. @Fanda: tulisan - tulisan Gladwell selalu merubah paradigma berpikir kita. saya kira ada baiknya kita membaca semua buku Gladwell mulai Tipping Point sampai What The Dog Saw. percaya deh. tulisannya menyegarkan. terima kasih dah berkunjung dan berkomentar ya. menyemangati saya untuk terus membaca dan menulis. makasih

    BalasHapus
  3. terima kasih reviewnya, buku ini inspiratif sungguh...

    BalasHapus