Pages

Sabtu, 16 Juli 2011

My Uncle’s Dream, Impian Pamanku

Saya mengenal Fyodor dari Fyodor. Maksud saya, saya mengenal Fyodor Dostoevsky, pengarang dari Rusia, dari Fyodor, nama samaran dari Gordon Lyon (seorang hacker ternama penemu Nmap). Jika seorang hacker terkenal menggunakan nama seorang sastrawan sebagai samaran, saya yakin sastrawan itu pasti hebat. Saya pun mencari tahu dan menemukan jawaban mengapa Lyon menggunakan nama Fyodor. Gordon Lyon berkata:
Like many hackers, I enjoy reading. For a while in the early 90s I was particularly enamored with Russian author Fyodor Dostoyevsky. Shortly after reading his Notes From Underground, I logged onto a new BBS using the handle Fyodor as a whim. It stuck. I'm a little embarrassed that a Google search for Fyodor now lists me before Dostoevsky. I guess it is hard to earn and maintain a decent PageRank when you're dead.
Saya pun mencari kemana – mana, pesen kemana – mana buku Fyodor yang berjudul Notes from Underground itu. Sembari menunggu Notes from Underground, beberapa hari yang lalu saya ke perpustakaan sekolah dan ternyata ada satu buku karangan Fyodor di perpustakaan sekolah yang umumnya minim buku itu.
Memang bukan Notes from Underground, melainkan My Uncle’s Dream. Dan buku ini tidak setenar Notes from Underground. Tapi saya kira lumayan untuk mengawali perkenalan saya dengan Fyodor. Oke sebelum ke My Uncle’s Dream, kita kenalan dulu dengan Fyodor Dostoyevsky. Fyodor Mikhailovich Dostoyevsky adalah seorang pengarang Rusia sekaligus seorang aktivis sosialis utopis yang pernah akan dihukum mati karena aktivitas politiknya. Karya Fyodor yang paling terkenal adalah Crime and Punishment, The Brothers Karamazov dan Notes from Underground. Sejak menulis novel pertamanya, Poor Folk, di usianya yang ke 23, Fyodor semakin produktif menulis.
Membaca Impian Pamanku serasa menonton sinetron kita. Bukan, saya tidak mengatakan bahwa Impian Pamanku adalah sebuah karya yang dangkal dan tidak bermutu sebagaimana sinetron Indonesia. Maksud saya, Impian Pamanku mengangkat tema keculasan – keculasan untuk mendapatkan status sosial, berebut kehormatan dan lelaki atau perempuan.
Tokoh utama dari Impian Pamanku adalah Marya Moskaleva. Ia adalah seorang yang sangat ambisius. Sangat mengharapkan penghargaan yang tinggi dari orang lain dan kekayaan. Ia adalah perempuan yang sangat dominan sehingga hanya seorang pria lemah dan bodohlah yang mau menjadi suaminya. Belakangan kelemahan dan kebodohan suaminya ini membuat Marya tidak nyaman dan membuat sang suami, Afanasy Matveich, hidup terpisah di desa.
Marya memiliki seorang anak perempuan yang bernama Zena. Sang anak memadu kasih dengan seorang guru. Namun sayang sang ibu tidak merestuinya. Karenanya Zena menjalankan hubungan gelap dengan sang kekasih. Bercinta melalui surat – surat yang ditulisnya untuk kekasih gelapnya itu. Namun, segera desas – desus tentang surat – surat itu beredar yang membuat sang ibu bersikap keras dan melarang sang anak berhubungan dengan sang kekasih. Kenyataan ini membuat kekasih gelap Zena itu sakit.
Tidak disebutkan mengapa Marya melarang anaknya memadu kasih dengan guru desa itu. Namun perkiraan saya karena sang guru tidak akan meningkatkan status sosial Marya. Dugaan saya semakin kuat ketika muncul Count K. Count K. adalah seorang tua, rapuh secara fisik, dan pikun tetapi ia adalah seorang pesolek paling top. Count K. digambarkan sebagai seorang yang memilki biji mata dari kaca sebagai ganti dari matanya yang rusak.
Marya yang melarang anaknya untuk menikah dengan seorang guru yang sebaya dan muda, kini merancang cara agar Count K. bersedia menikahi anaknya. Keculasan Marya begitu menggemaskan dalam buku ini. Ia begitu berpengaruhnya sehingga orang – orang di sekelilingnya bisa dengan mudah ditaklukkan. Namun yang lebih menggemaskan adalah bahwa tiga lelaki yang ada dalam buku ini sama – sama lelaki yang lemah. Yang pertama adalah pacar Zena yang akhirnya mati karena cinta yang kandas. Kedua adalah Afanasy Matveich yang bagai kerbau dicocok hidung ketika berhadapan dengan Maria, lalu yang ketiga adalah Pavel Alexandrovich, orang yang menginginkan Zena.
Buku ini mengajarkan kepada saya satu hal penting; jika kita sangat mencintai sesuatu, akan sangat mudah bagi kita untuk diperbudaknya. Cinta yang terlalu kepada sesuatu akan membuat kita melakukan keculasan sekaligus kebodohan yang menggelikan. Menyelesaikan buku ini menyisakan kesimpulan dalam diri kita bahwa sebaik – baik sikap dalam segala hal adalah sikap tengah – tengah (Moderat). Sindiran Fyodor terhadap kondisi masyarakat Rusia pada waktu itu terasa masih sangat relevan hingga saat ini.
Fyodor menurut saya sangat berhasil dalam memotret kondisi sosial masyarakat dengan penekanan pada sisi psikologis tokoh – tokohnya. Ia sangat piawai dalam menggambarkan kondisi batin tokoh – tokohnya hingga keculasan Marya membuat saya menjadi muak dan kelemahan tokoh lelakinya membuat saya menjadi gemas. Saya belum tahu apakah buku yang telah saya baca ini merupakan terjemahan dari versi ringkas atau yang penuh. Saya kira transisi dari satu tokoh ke tokoh lainnya begitu cepat sehingga terkesan seperti naskah drama. 


Informasi Buku:
Buku 11
Judul: My Uncle’s Dream, Impian Pamanku
Penulis: Fyodor Dostoyevsky
Penerjemah: Sigit Djatmiko, Pitoresmi Pujiningsih
Penerbit: Penerbit Jendela
Tebal: 258 halaman
Cetakan: I, Januari 2001

8 komentar:

  1. Belum pernah mencoba karya Fyodor Dostoyevsky nih, sepertinya menarik. Buku Notes From Underground itu sudah ada terjemahannya atau belum ya?

    BalasHapus
  2. @ annisaanggiana: yang saya tahu notes from underground belum diterjemahkan. yang sudah diterjemahkan CRIME AND PUNISHMENT. elex juga telah menerbitkan versi komik dari The Brothers Karamazov.
    terima kasih

    BalasHapus
  3. berniat jual bukunya ga? sy pengen bgt beli buku ini, udah lama nyarinya : )

    kalau dijual, ntar sy kirim cp via email

    : )

    BalasHapus
  4. @ Anonim: maaf gak dijual.

    BalasHapus
  5. buku yg sdh langka ya, mudah2an diterbitkan kembali.
    fyodor mmg terasa dasyatnya ya... aku sndr baru baca crime and punishment, edisi terjemahan dari obor (diterjemahlan dgn sangat baik, dari versi ringkas tp cukup tebal juga), bertahun2 yg lalu, tp sampai skrg tetap mnjadi buku plg berkesan yg pernah dibaca.

    review yg bagus! setuju dgn kesimpulan di 2 alinea terakhir. salam kenal juga :)

    BalasHapus
  6. @mei: makasih dah berkomentar. Fyodor menulis sesuatu yang mengangkat dua tema kesukaan saya; psikologi dan sosial. itu yang membuat saya memburu karya karyanya

    BalasHapus
  7. wah sekarang aku tahu, kenapa Mas Eko suka ama yang berbau Hacker. Ternyata yah...
    cari ah buku ini, mau bandingin dengn si Lisbeth salander :D

    BalasHapus
  8. @buntelan kata: eh memangnya kenapa? makasih dah mampir

    BalasHapus