Pages

Senin, 04 Juli 2011

Petualangan Tintin di Tanah Soviet

Stephen Spielberg menyutradarai film Tintin yang akan dirilis desember mendatang. Entah apa yang mendorong Spielberg untuk menyutradarai film yang diangkat dari komik legendaris itu. Maksud saya, mengapa baru sekarang Spielberg berminat memproduksi Tintin. Padahal Tintin adalah komik yang memiliki penggemar fanatik di setiap generasinya.
Tentu banyak kalangan yang menunggu – nunggu film ini. Termasuk saya. Karena itu, meskipun komik Tintin sudah pernah diterbitkan oleh penerbit Indira, dan juga telah diterbitkan oleh Gramedia beberapa waktu lalu, serta telah banyak diulas oleh penggemar buku dan Tintin, saya juga berniat untuk menuliskan review saya sendiri atas komik – komik Tintin itu.
The Adventures of Tintin, In The Land of The Soviets adalah serial Tintin yang pertama. Herge menggambarnya dalam format hitam putih. Dan meskipun disebut – sebut original, karakter Tintin di In The Land of The Soviets tidak sebaik karakter Tintin di buku – buku selanjutnya – satu hal yang bisa dimaklumi karena ini merupakan karya pertama.
Herge belum pernah pergi ke Rusia ketika menulis Tintin in Soviets ini. Ia mengarang komik ini berdasarkan buku yang ia baca: Moscou sans voiles: Neuf ans de travail au pays des Soviets yang ditulis oleh Joseph Douillet. Tintin in Soviets ditulis Herge sebagai sindiran atas negara itu dan sebagai bentuk ketidaksukaan Herge atas komunisme. Soviets melakukan propaganda bahwa komunisme telah menghasilkan kemakmuran. Di dalam komik ini, Herge menyindir bahwa kemakmuran yang digembar – gemborkan oleh Soviets hanya merupakan isapan jempol belaka. Digambarkan oleh Herge bahwa orang – orang membakar jerami dan memukul – mukul besi agar orang – orang menganggap bahwa pabrik di Soviets tengah beroperasi. Di halaman lain Herge menggambarkan orang – orang miskin yang tengah mengantri roti, padahal Soviets melakukan ekspor terigu. Herge merekam kediktatoran pemerintahan Soviets dengan menggambarkan pemilu di bawah todongan pistol.
Meskipun bisa dikatakan sebagai sebuah komik politik, Tintin in Soviets ditulis dengan model film kartun. Membaca komik ini mengingatkan saya akan kartu Tom and Jerry. Perseteruan antara si Tom dan Jerry seringkali digambarkan dengan sangat “khayal”. Di awal komik ini, Tintin dibom. Meskipun kereta yang ditumpanginya rusak parah, baju yang dipakainya compang – camping, toh Tintin tidak mengalami luka sedikitpun! Sangat tidak masuk di akal.
Saya mencatat beberapa hal yang tidak masuk di akal itu. Pertama adalah kulit pisang. Seorang polisi rahasia yang membuntuti Tintin memasang kulit pisang di depan sebuah toko pakaian agar Tintin terpeleset dan jatuh. Bayangkan betapa konyolnya hal ini. Seorang polisi rahasia sebuah negara besar musuh Amerika memasang kulit pisang untuk menjebak seseorang! Saya tidak tahu apakah Herge yang menciptakan jebakan kulit pisang ini untuk yang pertama kali. Yang jelas, sampai sekarang masih bisa kita jumpai film – film kartun yang memuat jebakan kulit pisang ini.
Kedua adalah sebuah troli yang dikendarai oleh Tintin yang dapat mengejar kereta api yang telah lebih dulu berangkat. Adegan seperti ini pun masih ada sampai sekarang. Ketiga adalah hantu. Dua orang polisi rahasia yang akan menangkap Tintin, lari ketakutan karena Tintin dan Snowy menggunakan kain putih layaknya hantu. Bagaimana seorang penakut bisa menjadi anggota agen rahasia?
Ada satu hal, di luar khayalan, yang mengingatkan saya pada lagu band Radiohead; Karma Police. Ceritanya, Tintin mencuri mobil yang tengah diparkir. Tintin tidak pernah tahu bahwa mobil itu sedang diperbaiki oleh pemiliknya. Mobil yang sedang diperbaiki ini, meskipun dapat berjalan, bensinnya bocor. Sang pemilik yang jengkel menyulut bocoran bensin itu. Api menjalar mengikuti bensin yang menetes dari mobil yang dikendarai Tintin. Apakah Radiohead terinspirasi komik Tintin?
Banyak lagi khayalan – khayalan di dalam komik ini yang bagi orang dewasa bisa jadi sangat membosankan. Sebenarnya jika dibuat lebih realistis, bagi saya komik ini akan menjadi sangat menarik. Namun, sepertinya itu memang bukan style Herge. Tintin muncul pertama kali dalam suplemen bagi anak – anak di koran Belgia, Le Vingtieme Siecle. Artinya, Herge memang awalnya menulis petualangan Tintin bagi anak – anak. Jika kemudian Herge mengangkat tema politik dalam komiknya, ia tetap membumbuinya dengan khayalan – khayalan khas anak – anak.
Namun ada satu hal yang mengganjal bagi saya. Di awal komik, ditulis bahwa Tintin akan menulis berita tentang Soviet setiap minggunya dan ia juga akan menyertakan potret – potret yang ia ambil sendiri di Rusia. Namun, hanya ada satu bagian di komik dimana Tintin menulis berita dan ia tidak mengirimkannya ke kantor berita dimana ia bekerja. Dan, tidak ada satupun gambar yang menunjukkan Tintin sedang memotret.
Namun, terlepas dari kekurangan di sana – sini, Tintin in Soviets tetaplah tonggak dari sebuah komik legendaris yang memiliki penggemar fanatik di setiap generasi.

Informasi Buku:
Buku 9
Judul: Petualangan Tintin Wartawan “Le Petit Vingtieme” di Tanah Soviet
Penulis: Herge
Penerjemah: Donna Widjajanto
Penerbit: Gramedia
Tebal: 142 halaman
Cetakan: April 2008

4 komentar:

  1. wih, ini edisi aslinya harganya bisa sampai 300 ribuan sangking langkanya lho.. selain sovyet, serial tintin yang langka lainnya adalah Tintin di Kongo. Dua buku ini adalah yang paling kontroversial katanya, dan yang dicetak ulang oekh elex baru-baru ini sudah di sensor beberapa adegan nya

    BalasHapus
  2. @Ana: wah iya to? tapi memang sepadan dengan nilai sejarahnya ya? kalau lihat gambar herge di edisi pertama ini sih sangat biasa saja menurut saya. makasih dah komen

    BalasHapus
  3. Tintin memang ditulis untuk anak2, itu sebabnya banyak hal yang menurut anda tidak masuk akal (tapi menarik untuk anak2). Saya membaca Tintin waktu kecil dan menurut saya waktu itu Tintin bagus sekali. Mungkin kalau terlalu serius malah tidak menarik untuk anak2..

    BalasHapus
  4. @baca buku: betul. tapi terkadang herge mengangkat tema yang tak sesuai bagi anak. nanti bisa anda lihat di Tintin in Congo. makasih

    BalasHapus