About Me

Subscribe now! Feeds RSS

Posting Baru

Blogger Buku

Jumat, 08 Juli 2011

Robinson Crusoe

7 comments

Kalau ada buku yang sudah saya idam – idmkan sejak lama namun baru bisa saya baca tahun lalu, buku itu adalah Robinson Crusoe. Suatu kali, adik kelas saya memberi saya buku Easy Classics terbitan Dian Rakyat. Buku itu berisi ringkasan dari The Adventures of Huckleberry Finn. Di lembar belakang buku itu, Penerbit Dian Rakyat mengiklankan Easy Classics lainnya: Robinson Crusoe. Ditulis di halaman itu:
“Robinson Crusoe is the story of a brave man who is ship-wrecked on an island and has to learn how to survive on his own.”
Membaca kalimat itu saja, sudah terbayang di benak saya bagaimana si Robinson Crusoe itu. Seorang petualang sejati yang bertahan hidup di alam liar, berpakaian compang – camping dan berewokan. Namun, keinginan untuk membacanya terpaksa saya tahan. Tidak mudah untuk mencari buku seperti itu di kota kecil saya.
2010 Elex Media menerbitkannya. Dan saya bersyukur bisa mendapatkan karya Daniel Defoe ini. Robinson Crusoe benar – benar mirip dengan gambaran saya sebelumnya. Dia sebenarnya lahir di sebuah keluarga yang mapan. Namun, jiwa petualangannya memanggilnya untuk mengembara – sesuatu yang tidak disetujui oleh ayahnya.
Kuatnya keinginan dan kerasnya tekad membuat Crusoe melarikan diri dari rumah ayahnya dan bergabung dengan pelaut. Namun, kapal yang mereka tumpangi tenggelam, membunuh semua penumpang kecuali Crusoe yang selamat walau terdampar di sebuah pulau kosong.
Robinson Crusoe bukan cerita mengenai bagaimana seseorang bertualang di laut melainkan tentang bagaimana seseorang harus bertahan hidup di kondisi yang paling sulit.
Sambil membaca lembar demi lembar buku ini, saya membayangkan bagaimana jika saya mengalami apa yang dialami oleh Robinson Crusoe ini. Bagaimana saya bisa bertahan hidup tanpa sesuatu yang bisa saya makan. Tanpa alat yang bisa saya gunakan, dan tanpa naungan yang melindungi saya dari panas dan hujan. Jika selama ini saya berada di antara orang – orang dan harus membiasakan diri berada diantara binatang – binatang liar! Jiwa yang terbiasa dengan kenyamanan tentu akan tumbang jika harus berada dalam keadaan demikian. 
Crusoe yang berjiwa petualang pun harus berjuang melawan dirinya sendiri ketika terdampar di pulau kosong itu. Pergulatan batin yang dialami oleh Crusoe memberi  kita pelajaran bahwa minat saja tidaklah cukup. Diperlukan tekad yang bulat dan keberanian untuk melakukan apa yang kita minati. Tekad bulat dan keberanian inilah yang menyelamatkan Crusoe dari kematian.
Kita seringkali baru mau melakukan sesuatu ketika dalam keadaan terpaksa. Dalam keadaan terpaksa, Crusoe belajar membuat perkakas, membuat tempat tinggal, beternak dan bertani. Berapa waktu yang diperlukan Crusoe untuk melakukan semua itu? Sangat lama. Membuat perkakas yang baik dan bisa digunakan diperlukan ketelatenan dan kesabaran. Dan kita bisa belajar dari ketelatenan dan kesabaran yang ditunjukkan oleh Crusoe.
Satu pelajaran yang saya rasa paling penting adalah  kita seharusnya belajar sebanyak mungkin ketrampilan. Apa salahnya bagi seorang pelajar untuk belajar berdagang? Apa salahnya bagi seorang pegawai untuk belajar bertani. Apapun profesi kita, apakah salah jika kita belajar keahlian – keahlian yang nampaknya tidak berkaitan dengan profesi kita? Crusoe yang bukan tukang kayu, bukan tukang batu dan bukan petani, harus melakukan pekerjaan yang dilakukan oleh tukang kayu, tukang batu dan petani karena keadaan. Ketrampilan yang telah kita pelajari mungkin saja bisa berguna saat kita berada dalam kondisi yang tidak kita harapkan akan menimpa kita.
Di tengah petualangan yang dialaminya, Crusoe bertemu dengan Friday, seorang biadab dan kanibal yang diselamatkannya  dari kanibal lain. Crusoe mengajarinya agar menjadi manusia beradab. Ia mengajarinya berbahasa, mengajarinya mengenal Tuhan dan yang paling penting adalah mengajarinya untuk berhenti memangsa sesamanya. Kisah – kisah Crusoe dengan Friday ini ditulis sedemikian rupa sehingga nampak bahwa bangsa Inggris adalah sebuah bangsa yang lebih beradab dari bangsa – bangsa lain. Crusoe menganggap Friday sebagai pelayannya dan Friday, yang pada awal – awal pertemuannya dengan Crusoe sering menyembahnya, memanggil Crusoe dengan panggilan “Tuan”.
Novel ini ditulis dengan gaya penulisan buku diary. Karena itu, alurnya sangat lambat. Anda tidak akan segera disuguhi aksi – aksi perang si Crusoe ini. Juga tidak terlalu banyak dialog di novel ini. Semua telah diwakili diskripsi dari si Crusoe.
Karena ditulis secara deskriptif, tokoh cerita menjadi begitu terang benderang. Perkembangan karakter Crusoe, dari yang mulanya labil menjadi jauh lebih matang, terungkap dalam potongan – potongan peristiwa yang dialaminya.  Jika kita sabar membaca kalimat demi kalimat dalam novel ini, tanpa sadar akan mengendap dalam benak kita bagaimana seharusnya manusia menjalani hidup. Apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia agar memiliki karakter yang baik. Selebihnya, novel ini akan menyadarkan kita agar lebih mensyukuri hidup.
.
Informasi Buku:
Buku 10
Judul: Robinson Crusoe
Penulis: Daniel Defoe
Penerjemah: Peusy Sharmaya
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tebal: 512 halaman
Cetakan: Juli 2010

Comments
7 comments
Ada tanggapan? Tambahkan komentar anda. Jangan spam ya!
Subscribe to my feed
rati mengatakan...

Robinson Crusoe adalah buku favorit saya waktu kecil. Kalau anda saja masih menyukai buku ini, bayangkan berkesannya bagi anak2...sampai sekarang saya masih ingat mengapa pelayannya dinamai Jum'at (pada terjemahan yang dulu nama pun diterjemahkan).

Review Buku mengatakan...

@rati: anda membaca yang terbitan mana? wah saya pengen mbaca yang terbitan lama juga tuh. makasih dah komentar ya

Buntelan Kata mengatakan...

eh, boleh tuh dipinjem!

Review Buku mengatakan...

@Buntelan Kata: SANGAT BOLEH. SILAKAN AMBIL. HE HE HE

Arsyad mengatakan...

Dulu waktu saya pertama baca buku ini di SMP saya sangat terkesan dan terkaget kaget dengan alur ceritanya..
Dalam novel ini tampak sekali Defoe melalui Croese bermain-main dengan kategori, kata dan plot yang enak... beberapa yang saya masih ingat sampai kini antara lain penghentian pendalaman masalah secara tiba-tiba misalnya tentang anjingnya : UNTUK YANG INI LAIN KALI SAJA.... (dan sering begitu kalimatnya) lucu jg kadang2 mengingatnya .. . . memang benar benar-benar bergaya diary.. malah dengan tanggal yang lengkap . . . .

Evitasdesign mengatakan...

Wow, websitenya keren. Infonya juga Mantap, saya mau ikut share tentang informasi Desain Grafis, Cara Membuat Cover Buku, Kartu Nama, Brosur dan artikel lainnya.happy blooging.

Anonim mengatakan...

karya klasik yang sangat fantastik dengan alur cerita yang sangat liar,, saya pertama membacanya ketika masih smp,

Poskan Komentar