Pages

Senin, 09 Januari 2012

Dead Girl Walking, Masuk ke Tubuh yang Salah

Bisa jadi engkau orang yang paling malang sedunia. Bisa jadi engkau merasa bahwa seluruh kemalangan memang hanya diciptakan untukmu. Tapi percayalah bahwa masih banyak orang yang lebih malang dari dirimu. Bahkan orang yang menurutmu memiliki seluruh kebahagiaan di dunia ini terkadang juga menyembunyikan kepedihan. Menurut saya itulah yang ingin disampaikan penulis di buku ini.

Adalah Amber, seorang siswi SMA yang tidak begitu puas dengan hidupnya. Saya kira si Amber juga mengalami krisis percaya diri. Ia adalah seorang gadis yang begitu suka membaca buku – buku pengembangan diri dan selalu menemukan kutipan menggugah dari buku – buku itu di setiap kondisi yang mengancam.

Amber bercita – cita menjadi seorang agen pertunjukan yang sukses. Dan berdasarkan apa yang ia baca di salah satu buku pengembangan dirinya, Networking Works!, ia tahu bahwa kesuksesan tidak semata – mata ditentukan oleh kecerdasan, bakat ataupun keberuntungan melainkan juga oleh banyaknya koneksi. Karena alasan ini pulalah ia bersama dua rekannya mendirikan Halsey Hospitality Club, sebuah klub yang menyambut siswa baru di sekolah dengan memberikan keranjang hadiah. Meskipun dengan menjalankan klub semacam ini terbuka peluang untuk mendapatkan lebih banyak teman, namun ternyata klub ini tidak diminati oleh teman – teman lainnya. Sejak berdiri klub ini hanya memiliki tiga anggota saja.

Baiklah sekarang marilah kita membicarakan kemalangan – kemalangan yang menimpa si Amber. Pertama, uang kuliah yang disediakan oleh orang tua Amber terpaksa dipakai untuk perawatan kesuburan ibunya karena orang tuanya memutuskan untuk memiliki anak lagi. Tanpa uang itu, Amber terancam tidak kuliah.
Kedua, nampaknya Amber lebih cenderung menjadi seorang geek, kutu buku yang canggung bergaul, daripada orang populer. Karena itulah ia lebih nyaman bergaul dengan Dustin Cole dan Alyce Perfetti, anak – anak yang memiliki kecenderungan yang sama dengannya daripada bergaul dengan Jessica ataupun Leah yang popular di kalangan teman – teman sekolahnya. Kepribadian yang serupa ini sangat kontras dengan cita – cita Amber yang ingin menjadi agen pertunjukan – pekerjaan yang membutuhkan keluwesan dalam bergaul. Sebagaimana layaknya seorang geek  Amber berpenampilan apa adanya. Tentu berbeda dengan penampilan Leah dan gank-nya yang berpenampilan trendy dan mengikuti perkembangan fashion. Bagi Leah dan kawan – kawannya, penampilan Amber disebut fakir fashion.

Sudah bisa dipastikan bahwa geng Leah menolak bergaul dengan Amber karena masalah penampilan ini. Sikap mereka di depan Amber penuh dengan kepura – puraan. Padahal Amber benar – benar ingin agar ia bisa masuk ke lingkungan Leah ini demi menunjang karirnya di masa mendatang. Kepura – puraan geng Amber ini terungkap ketika Amber hadir dalam pesta yang diselenggarakan oleh salah satu dari mereka. Tanpa disadari oleh geng Leah, Amber mendengar pembicaraan mereka ketika sedang mengolok – olok dirinya. Tentu saja hancur hati Amber.


Kemalangan berikutnya adalah ketika ia pulang dari pesta dengan hati hancur. Di depan rumahnya ternyata sudah menunggu Sheila, tukang pos yang mengabarkan bahwa ia mendapatkan beasiswa ke perguruan tinggi. Saking gembiranya, ia bersujud ke permukaan jalan dan tanpa disadarinya mobil pos Sheila melindasnya! Amber koma!

Dalam keadaan mati suri, ia bertemu dengan neneknya yang sudah mati. Neneknyalah yang menyuruh Amber kembali karena belum saatnya ia mati. Neneknya member arah kembali namun Amber memiliki kekurangan dalam membaca arah. Alih – alih kembali ke tubuhnya, ia ternyata malah masuk ke tubuh Leah yang juga sedang koma karena percobaan bunuh diri. Amber yang membenci Leah, kini harus hidup dengan jalan hidup Leah yang ternyata jauh dari dugaannya.

Amber berjuang mati – matian agar ia bisa kembali ke tubuhnya sendiri. Pertama – tama ia mencoba meyakinkan teman dekatnya bahwa yang berada di dalam tubuh Leah adalah dirinya, Amber. Namun untuk bertemu teman – temannya itu bukanlah perkara yang mudah karena orang tua Leah menyekap Leah dalam kamar dan rumah yang penuh CCTV karena khawatir Leah mencoba bunuh diri lagi. Keadaan semakin genting ketika orang tua Amber berniat mendonorkan bagian tubuh Amber karena sepertinya kecil kemungkinannya bagi Amber untuk hidup.

Ketika mati suri itulah Amber menyadari betapa besar cinta orang tuanya kepadanya. Kekesalannya kepada mereka karena telah menggunakan uang kuliahnya hilang. Saat itu pulalah ia sadar betapa teman – temannya sendiri, Dustin dan Alyce, adalah benar – benar teman sejati. Memiliki dua teman sejati tentu jauh lebih baik daripada memiliki seratus teman yang penuh kepura – puraan. Nah, berhasilkah Amber kembali ke tubuhnya sendiri? Akhir cerita membuat saya benar – benar melongo! 


Informasi Buku
Buku 27
Judul: Dead Girl Walking, Masuk ke Tubuh yang Salah
Penulis: Linda Joy Singleton
Penerjemah: Maria Susanto
Penerbit: Atria
Tebal: 382 halaman
Cetakan: I, Januari 2012

3 komentar:

  1. Jadi endingnya Amber balik ke tubuhnya sendiri..

    BalasHapus
  2. @OKEYZZ: yang jelas balik lagi ke tubuh manusia deh. bukan hewan. he he he. tapi bikin kaget setengah mati endingnya. suer

    BalasHapus
  3. dhea meylani20 Juli 2013 17.58

    Itu kok susah bgt nyari nya sih !!! Aku sampe muterin gramedia yg ketemu cuman dead girl dancing sama dead girl in love -_-

    BalasHapus