Pages

Senin, 13 Agustus 2012

Little Girls Wiser than Men (Short Story)


Dua anak kecil bermain – main di kubangan di musim dingin. Karena saking riangnya, salah satu dari anak itu, Malasha, menghentakkan kaki sekuat – kuatnya hingga air di kubangan itu muncrat dan mengenai baju temannya, Akoulya. Akoulya marah dan mengejar Malasha untuk meninjunya. Malasha lari di saat ibu Akoulya mengetahui baju anaknya kotor karena lumpur. Akoulya mengadukan perbuatan Malasha.
Ibu Akoulya marah dan memukul Malasha. Malasha menangis melolong. Ibu Malasha, mendengar anaknya menangis, keluar dan memarahi ibu Akoulya. Kedua ibu ini pun bertengkar. Seorang ibu tua yang berusaha mendamaikan 2 ibu yang bertengkar itu pun tak berhasil. Pertengkaran yang sengit di antara ibu – ibu itu bahkan menyeret bapak – bapak mereka untuk ikut bertengkar. Lagi – lagi nenek tua yang mencoba melerai mereka tak juga membuahkan hasil.
Di saat pertengkaran semakin tak terkendali itulah dua orang anak yang menjadi sumber pertengkaran berbuat sesuatu yang membuat orang tua mereka malu.
Cerita pendek Tolstoy yang sangat pendek ini, hanya sekitar satu halaman folio dengan font Times New Roman ukuran 12, spasi satu setengah, kembali sukses menohok manusia tua yang terkadang berbuat sesuatu yang tidak dewasa. Keluguan anak – anak didasari oleh hati yang bersih. Iri dan dengki tidak terdapat dalam jiwa anak – anak. Kekacauan hidup akibat iri dan dengki selalu didominasi oleh orang – orang tua.
Except ye turn, and become as little children, ye shall in no wise enter into the kingdom of heaven, tulis Tolstoy di akhir kisahnya. Orang – orang tua memang telah menciptakan neraka mereka sendiri jika tidak belajar dari kebijakan kanak – kanak.
Satu – satunya yang tidak menentramkan hati dari cerita pendek Tolstoy yang satu ini adalah panjang cerita. Sangat sulit untuk membekaskan kesan mendalam dengan cerita yang pendek saja.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar