Pages

Rabu, 31 Oktober 2012

Just So Stories


Seingat saya, ketika kecil dulu, saya pernah membaca cerita – cerita seperti yang ditulis oleh Kipling ini. Mengapa Nyamuk Mendenging di Telinga? Judul sebuah cerita  yang saya baca. Karena si nyamuk mencari anting – antingnya yang dipinjam oleh si manusia. Lalu Mengapa Air Laut Terasa Asin?
Alkisah, jaman dahulu ada seorang yang memiliki lesung ajaib. Lesung kecil ini dapat mengabulkan apapun permintaan si pemilik dengan mengetukkan alu. Suatu saat, si pemilik lesung berperahu ke laut. Tak lupa lesung ajaib ini dibawa serta. Tiba saatnya makan, si pemilik lesung baru teringat jika ia lupa membawa garam. Maka ia pun memerintahkan lesung untuk menyediakan garam. Lesung pun mengetukkan alunya dan muncullah garam. Sayangnya, alu itu jatuh ke laut sebelum si pemilik memerintahkan lesung untuk berhenti menyediakan garam. Maka si lesung pun terus mengeluarkan garam hingga mengasinkan semua air laut.
Orang tua yang membaca kisah seperti ini, tentu akan merasa geli atau bahkan bosan. Tapi jika yang membaca adalah anak – anak, akan lain lagi. Kisah – kisah seperti ini akan membangkitkan imajinasi mereka. Dan imajinasi penting bagi kehidupan mereka di masa mendatang. Reader’s Digest menyebutkan lima keuntungan imajinasi bagi anak– anak. Dikatakan bahwa imajinasi akan mengembangkan ketrampilan sosial, membangun kepercayaan diri, meningkatkan pertumbuhan intelektual, mempraktekkan ketrampilan berbahasa dan mengatasi ketakutan.   
Kisah – kisah yang ditulis oleh Kipling dalam Just So Stories sangat mirip dengan kisah yang saya baca pada saat kecil. Karena buku ini diterbitkan pertama kali pada tahun 1902, besar kemungkinan bahwa kisah – kisah yang saya baca itu terpengaruh oleh tulisan Kipling. Buku ini dibuka dengan kisah yang berjudul: Kenapa Paus tidak Bisa Memakan Manusia? Karena ada rakit di dalam tenggorokannya. Itu kata Kipling! Lalu bagaimana bisa rakit itu menyumpal tenggorokan Ikan Paus? Jawabannya ada dalam kisah pembuka ini.
Saya menghitung ada lima cerita yang diberi judul dengan pertanyaan seperti ini. Selain kisah si Paus, juga ada: Bagaimana Unta Mendapatkan Punuknya, Kenapa Kulit Badak Penuh Lipatan, Dari Mana Macan Mendapatkan Tutulnya, dan Bagaimana Alfabet Dirumuskan. Sedang tujuh cerita yang lain diberi judul biasa. Bukan dengan kalimat tanya.
Semuanya ditulis dengan khayalan tingkat tinggi. Namun yang menarik bagi saya adalah kisah yang bercerita tentang bagaimana alphabet ditemukan. Saya rasa puncak khayalan Kipling ada pada cerita ini sehingga ia harus memecahnya menjadi dua bagian cerita yang berdiri sendiri: Surat Bergambar dan Bagaimana Alfabet Dirumuskan. Dalam Surat Bergambar diceritakan bahwa Taffy dan ayahnya sedang menombak ikan ketika mata tombak yang digunakannya patah terantuk batu kali. Taffy yang cerdas namun tidak bisa menulis ini membuat gambar seri di kulit pohon sebagai pesan untuk ibunya. Seorang asing yang tidak bisa bahasa setempat dijadikan kurir untuk menyampaikan pesan ini kepada ibunya agar ibunya menitipkan mata panah yang utuh kepada si orang asing agar disampaikan kepada Taffy dan ayahnya sehingga mereka bisa melanjutkan berburu ikan. Namun, si ibu menafsirkan pesan gambar itu secara salah.
Karena peristiwa inilah, Taffy dan ayahnya merumuskan huruf – huruf alphabet. Awalnya, huruf – huruf ini dibuat untuk mewakili sebuah gerakan tertentu agar ibu Taffy terkesan karena hanya Taffy dan ayahnya saja yang tahu arti dari symbol – symbol yang mereka gunakan. Namun dalam perkembangannya mereka membuat symbol yang mewakili suatu kata tertentu.
Betapa tingginya imajinasi Kipling. Mulanya Taffy meminta ayahnya agar mengucapkan suatu suara yang akan digambarkan simbolnya oleh Taffy. Si ayah mengucapkan kata ”Ah”. Taffy menggambarkan suara yang dibuat sang ayah ini dengan kepala ikan yang sedang membuka mulutnya. Taffy menggambar seperti symbol ini: Ω. Lalu sang ayah menambahkan garis melintang yang disebutnya sebagai Sekat Perasa si ikan.
Lalu dengan cerdik, Kipling juga menciptakan bahasa suku yang dengannya ia mengeluarkan alphabet – alphabet yang lainnya. Dalam cerita Kipling menggambarkan bahwa makan dalam bahasa suku adalah SO. Taffy membuat symbol ular untuk (S) dan telur untuk (O). Tapi ada kata SHO  yang artinya jemuran. Maka Taffy menambahkan symbol H sebagai wakil tiang jemuran. Begitulah kisah ditemukannya 25 alfabet. Ups salah. Bukan 25 alfabet, tapi 23 saja. Kata Kipling huruf P dan Q hilang. Saya rasa ini bagian dari kecerdikan Kipling yang tidak bisa membayangkan symbol yang tepat untuk kedua huruf itu!.
Siapa Kipling? Ia adalah seorang penulis Inggris yang dilahirkan di India. Ia adalah seorang penulis hebat pada masanya sehingga George Orwell pun menjulukinya sebagai “Nabinya Imperialisme Inggris”. Pada tahun 1907, Kipling menerima hadiah Nobel. Kipling dianugerahi Nobel karena “..kuatnya pengamatan, keaslian imajinasi, ide yang berani dan bakat yang luar bisa dalam bercerita yang membuat karya – karyanya berkarakter.”
Yang mungkin belum diketahui adalah bahwa Kipling adalah anggota Freemasonry. Begitu terkesannya ia dengan keanggotaannya dalam Freemasonry sehingga ia menuliskannya dalam sebuah puisi yang berjudul  The Mother Lodge.




Informasi Buku:
Buku 35
Judul: Just So Stories, Sekedar Cerita
Penulis: Rudyard Kipling
Penerjemah: Maggie Tiojakin
Illustrator: Staven Andersen
Penerbit:  Gramedia
Tebal:  158 halaman
Cetakan:  Desember 2011

12 komentar:

  1. buku ini dibaca beberapa BBI di posting bareng kali ini - dan bikin jadi makin pengen baca! =)

    BalasHapus
  2. Saya baca buku ini ketika dewasa dan tetap bisa menikmatinya...tapi tetep berandai-andai seandainya saya udah membacanya sejak kecil sih. :D
    Saya termasuk salah satu yang selalu nunggu2 review dari mas Eko nih. Ditunggu review selanjutnya mas :D

    BalasHapus
  3. @astrid: baca mbak!
    @Melisa: makasih. mudah2an rajin update postingan deh. makasih sekali lagi

    BalasHapus
  4. Kipling anggota freemason?
    Mungkin emang bener ya klo para jenius jaman dulu itu emang freemason semua.

    *komen yg gak nyambung ke buku*

    BalasHapus
  5. Yups review kedua dari buku ini resmi membuat saya ngiler. Hehe.

    BalasHapus
  6. @a.s Dewi: ngeri juga kalau udah membicarakan freemasonry. soalnya mereka punya agenda terselubung.
    @anisa anggiana: dibaca mbak.

    BalasHapus
  7. Pas awal baca review ini takut kena spoiler, ceritanya nyaris detil, ternyata ga juga, hehe

    BalasHapus
  8. Buku ini kayaknya pantes banget buat ditaruh di samping tempat tidur anak, jadi bisa buat bacain anak kalau mau tidur.. Ceritanya imajinatif dan membuat penasaran :D

    BalasHapus
  9. ahaaa...anak-anak imajinasinya luar biasa,
    gapapa juga orang dewasa berimajinasi toh..
    masuk wishlist deh

    makasih udah share postingannya mas

    BalasHapus
  10. @bacaanbzee: waspadalah, waspadalah!!
    @Ana: kayaknya begitu. saat aku seumuran anak2, seneng sekali baca yang ginian
    @Helvry Sinaga: gak papa mas. gak tabu. he he he
    Arigatoo semua!!

    BalasHapus
  11. Hahah...keren reviewnya....Mungkn tmn2 mau mampir ke blog sy, kebetulan saat ini sy fokus untuk mereview buku2 salah satu penerbit top di Surabaya. Bukunya jg unik2 klik aja http://nikicio.blogspot.com/ dan http://penerbitsic.com/ salam kenal...

    BalasHapus
  12. Terima kasih review-nya. kunjungi blogku ya.

    BalasHapus