Pages

Jumat, 28 Desember 2012

The Hunter


Seorang lelaki yang berumur sekitar tiga puluhan tahun memasuki sebuah restoran 24 jam di tengah malam. Ia memesan makanan dan menunggu ketika tiba – tiba api membakar dirinya hingga tewas. Api juga membakar restoran dan lantai di atasnya yang disewa untuk usaha lainnya.
Polisi segera menyelidiki tempat kejadian. Darimanakah sumber api? Kebakaran kebanyakan berasal dari dapur. Anehnya, kasus kebakaran ini berasal dari tempat duduk korban, begitu kesaksian para saksi mata. Akhirnya penelitian yang cermat menyimpulkan bahwa api berasal dari gesper ikat pinggang si korban(???). Bagaimana sebuah gesper ikat pinggang bisa menimbulkan api yang besar dan meluluhlantakkan sebuah restoran dan lantai di atasnya yang membuat kesuluruhan bangunan terancam diambrukkan karena api membuat struktur bangunan menjadi tidak aman lagi? Apakah ini kasus bunuh diri? Ataukah pembunuhan?
Tim detektif dibentuk untuk menyelidiki kasus ini. Detektif senior Takizawa dipasangkan dengan detektif wanita Takako Otomichi. Takako yang piawai mengendarai motor, ia adalah mantan polisi patroli sepeda motor, selalu dipandang sebelah mata oleh Takizawa karena ia seorang perempuan dan berusia muda. Tim ini kemudian mengorek masa lalu korban yang ternyata bernama Takuma Sugawara.
Ketika identitas Takuma mulai sedikit terkuak, tiba – tiba terjadi lagi pembunuhan. Korban yang bernama Kazuki Horikawa, 32 tahun, tewas dengan tenggorokan putus. Diduga karena diserang bintang buas. Polisi awalnya mengira tidak ada kaitan antara pembunuhan di restoran dengan pembunuhan Kazuki. Namun ketika Chieko Yoshii, 28 tahun, seorang ibu rumah tangga, juga mati diserang binatang buas ketika pulang berbelanja, penelitian polisi yang meluas menghasilkan kesimpulan yang sangat mengejutkan.
Berbeda dengan buku – buku detektif yang lain, yang mengungkap pelaku di di akhir kisah, Asa Nonami, penulis buku ini yang mendapatkan penghargaan Japanese Mystery and Suspense Award,  mengungkap pelaku pembunuhan secara tidak langsung di halaman 302. Namun terkuaknya pelaku tidak kemudian membuat pembaca berhenti melanjutkan hingga ke akhir halaman. Karena ada beberapa pertanyaan yang perlu dijawab seperti: Bagaimana gesper ikat pinggang bisa menimbulkan kebakaran besar? Mengapa korban pertama terbakar sedang korban – korban berikutnya (terdapat 4 korban ditambah satu korban lainnya) diserang binatang buas? Apakah ada kaitan diantara korban – korban itu? Lalu, apa motif di balik pembunuhan ini? Di akhir kisah, pembaca akan disuguhi adegan yang sangat menyayat hati.
Membaca buku ini seolah menonton sebuah dorama. Adegan satu dengan adegan lainnya muncul silih berganti. Namun anda tidak akan mendapatkan sosok sempurna di buku ini sebagaimana yang bisa anda temukan di seri Sherlock Holmes. Semua karakter muncul dengan sangat manusiawi. Bahkan menurut saya, karakter – karakter di The Hunter ini jauh lebih manusiawi dibandingkan Tokyo Zodiac Murder.
The Hunter memiliki sifat sebuah buku yang harus anda habiskan dalam sekali duduk.

Informasi Buku:
Buku 36
Judul: The Hunter
Penulis: Asa Nonami
Penerjemah: Julanda Tantani
Illustrator: Eduard Iwan Mangopang
Penerbit:  Gramedia
Tebal:  536 halaman
Cetakan:  Desember 2012

2 komentar:

  1. Koreksi dikit ya, desainer sampulnya bukan Staven Andersen, tapi Eduard Iwan Mangopang.

    BalasHapus