Pages

Jumat, 24 Mei 2013

Kafka on the Shore

Buku ini sangat njlimet. Tapi kenjlimetannya itulah yang membuatnya menarik. Sebenarnya ide ceritanya cukup sederhana menurut saya. Hanya tentang seorang anak remaja yang minggat dari rumah dan selama minggat itulah ia mendapatkan banyak pelajaran hidup yang membuatnya lebih dewasa dalam menghadapi kehidupan. Tapi Murakami merangkai kesederhanaan cerita itu menjadi sedemikian rumit.

Kisah dibuka dengan Kafka Tamura yang berbincang dengan dirinya sendiri. Berbincang dengan diri sendiri. Sudah biasa dilakukan oleh siapa saja. Namun Murakami membuatnya rumit dengan seolah – olah Kafka berbincang dengan orang lain. Orang yang dalam cerita dilabeli Bocah Bernama Gagak. Saya berkesimpulan bahwa Bocah Bernama Gagak itu sebenarnya adalah si Kafka sendiri setelah saya membaca halaman 402. Di sana Murakami menulis bahwa Kafka dalam bahasa Ceko berarti Gagak!.

Dalam perbincangan dengan dirinya sendiri itu Kafka memutuskan untuk minggat dari rumah tepat setelah ia berusia 15 tahun. Dan minggatlah ia di bab pertama. Saya mengira bahwa kisah minggatnya Kafka akan dilanjutkan di bab berikutnya. Namun tidak. Murakami menggelontorkan kerumitan berikutnya di bab kedua. Di bab yang masih dini ini Murakami berkisah dengan gaya jurnalis. Setting mundur ke tahun 1946 ketika seorang guru Taman Kanak Kanak mengajak siswa – siswanya berwisata ke hutan untuk mencari jamur. Tanpa diketahui sebab musababnya anak – anak TK ini pingsan berbarengan. Dan kembali sadar setelah beberapa saat. Kecuali satu anak yang tetap pingsan. Demi menjaga ketentraman masyarakat pemberitaan tentang anak yang tetap pingsan ini dihentikan. Pembaca kembali bertanya – tanya tentang kelanjutan kisah anak yang pingsan itu. Namun di bab 6 halaman 57 teka – teki mengenai anak yang dihilangkan pemberitaannya itu terjawab. Murakami tidak lagi mengisahkan tentang anak TK di jaman perang. Di bab enam anak yang tetap pingsan itu telah menjadi kakek – kakek yang bisa berbicara dengan kucing, Nakata.

Apa hubungan antara Kafka dengan Nakata? Murakami menceritakan kisah Kafka dan Nakata secara berselang – seling. Di dalam kisah Kafka dan Nakata itulah tokoh – tokoh lainnya dimunculkan. Yang pertama muncul adalah Sakura, gadis yang menolong Kafka dalam pelariannya. Secara tidak langsung, Murakami bertanya kepada pembacanya, apakah Sakura ini kakak Kafka? Murakami tidak membocorkan jawaban dari teka – teki ini. Yang berikutnya adalah Oshima. Penolong Kafka yang berikutnya. Untuk tokoh yang ini pun Murakami melontarkan teka – tekinya. Apakah Oshima perempuan ataukah laki – laki? Yang berikutnya adalah Hoshino. Hoshino ini muncul di kisah Nakata dan menjadi asisten Nakata sampai akhir kisah. Menurut saya, tidak ada teka – teki untuk tokoh yang ini.

Tokoh berikutnya adalah Koichi Tamura, ayah Kafka. Di awal kemunculannya, Koichi ini dilabeli Johnnie Walker. Lagi – lagi Murakami membiarkan pembaca bertanya – tanya siapa Johnnie Walker ini sampai mereka membaca bab 21. Tokoh yang berikutnya adalah Miss Saeki. Murakami melalui Kafka mencoba meyakinkan pembaca bahwa Miss Saeki ini adalah ibu Kafka. Namun Murakami juga menawarkan kebingungan baru dengan membeberkan bahwa Miss Saeki ini adalah seorang gadis yang frustrasi karena kekasih hatinya harus mati ketika masih mahasiswa. Bagaimana perempuan lajang yang frustrasi karena kehilangan kekasihnya ini menjadi ibu Kafka? Murakami memberikan clue, karena Saeki pernah menulis buku tentang petir dan ayah Kafka pernah tersambar petir (???).

Buku ini dibumbui dengan keajaiban – keajaiban; ikan dan lintah yang jatuh dari langit, seks yang samar – samar (saya baru sadar bahwa buku ini tidak memuat tanda “Dewasa” di sampulnya) dan keanehan – keanehan. Di banyak tempat Murakami, seperti yang sudah saya katakan, melontarkan begitu banyak teka – teki dan menjawab teka – teki itu di tempat lain. Teka – teki ini sukses membuat saya penasaran untuk melanjutkan membaca halaman demi halaman. Akan tetapi, di beberapa tempat juga Murakami memaksa pembaca untuk merenungkan makna di balik kisah yang ia ceritakan. “Kunci untuk memahami Kafka on the Shore (judulbuku ini dalam bahasa Inggris) adalah dengan membacanya berulang kali.” Demikian kata Murakami.

Tapi, jikalaupun anda tetap bertanya – tanya setelah membacanya berulang kali, anda harus tahu bahwa sebenarnya, kehidupan itu sendiri merupakan sebuah misteri.


Informasi Buku:
Buku 42
Judul: Dunia Kafka
Penulis: Haruki Murakami
Penerbit:  Pustaka Alvabet, Juni 2011
Tebal:  597 halaman
Cetakan:  I

2 komentar:

  1. jadi tertantang untuk menaklukkan buku ini :)

    BalasHapus
  2. @htanzil: dibaca om. saya rasa buku ini memerlukan konsentrasi lebih. karena ya itu. penuh teka - teki. makasih dah berkunjung

    BalasHapus