Pages

Kamis, 30 Januari 2014

Shocking Japan, Sisi Lain Jepang yang Mengejutkan

Pelancong tidak selalu bepergian ke suatu tempat baru hanya karena ingin tahu keindahan dari tempat baru itu, tetapi seringkali juga karena mereka diburu rasa penasaran untuk mengetahui bagaimana kebudayaan mereka. Karena itulah buku – buku perjalanan seperti buku Junanto Herdiawan ini selalu menarik bagi saya.

Ada banyak pujian bagi jepang. Dan puja – puji itu juga sudah saya dapatkan dari membaca buku Ajip Rosidi; Orang dan BambuJepang. Pun di buku ini, pujian – pujian itu banyak bertebaran. Namun, bukan sesuatu yang memancing pujian yang saya harapkan dari buku ini, tapi sisi lainnya itu. Karenanya, meskipun sama – sama membahas tentang Jepang dan orang Jepang, buku Junanto ini beda dengan buku Ajip Rosidi.

Apa yang lain? Kalo bicara masalah betapa disiplinnya orang Jepang atau betapa teraturnya mereka, itu sudah basi. Namun saya baru tahu dari buku ini jika Jepang yang sedemikian modern ternyata masih juga menyimpan takhayul yang dari sisi modernitas sangat tidak rasional. Coba baca di Ada Arwah di Boneka Jepang. Saya tidak habis pikir bagaimana sebuah rasionalitas bisa bersandingan dengan omong kosong seperti itu!

Sisi lain berikutnya adalah tentang Tak Ada Cinta di Tokyo. Terus terang saya senang melihat dorama – dorama Jepang seperti Tokyo Love Story atau Just The Way We Are yang banyak cinta – cintaannya. Tapi kata Junanto, orang Tokyo itu tidak romantis sama sekali. Tidak pernah terdengar kata Aku Cinta Kamu atau kekasihku dari pasangan yang ada di Tokyo. Bahkan pasangan yang bergandengan tangan pun tidak ada! Di tempat umum, orang lebih asyik dengan telepon atau buku mereka daripada berbincang mesra dengan pasangannya. Haduh!!

Yang mengejutkan saya, menurut Junanto, orang Jepang itu sebenarnya mirip dengan orang Jawa. Apa kemiripannya? Orang Jepang tidak menyukai konflik. Jikapun mereka berbeda pandangan dengan orang lain, mereka akan menyatakannya dengan halus. Sama seperti orang Jawa yang lebih baik mengalah daripada harus bersinggungan dengan orang lain.

Buku ini dibagi menjadi empat bagian. Salah satu dari keempat bagian itu adalah mengenai kuliner. Ingin tahu bagaimana orang Jepang kok tidak keracunan ketika memakan ikan buntal? Baca saja buku ini. Buku Junanto tentang Jepang ini ringan dan mudah dicerna. Tentu saja karena tulisan – tulisan yang ada di buku ini sebenarnya tulisan – tulisan yang pernah diunggah oleh Junanto di blog pribadinya. Kekagumannya akan Jepang membuatnya ingin membaginya dengan orang lain. Maka dia pun menuliskannya di blog. Dan untuk meraih pembaca yang lebih banyak, dicetaklah tulisan – tulisan itu menjadi sebuah buku. Buku yang benar – benar Shocking ini.

Oke sekarang waktunya untuk mengungkap siapa santaku. Santaku adalah Hanifah Mahdiyanti saya langsung tahu siapa dia karena dia membuat teka – teki yang begitu mudah ditebak. Katanya, dia punya blog yang ada gambar kucing hitamnya. Dan, ia tinggal di Jogja. Langsung aja kutembak orangnya, dorr!!    Big Machine Gun emoticon (Gun Emoticons)    Mati kau Han     menyerah Hahahaha.  Tepuk tangan buat saya!!Excited Girl emoticon (Happy Emoticons)


Terima kasih untuk mbak Oky dan mbak Mia juga mbak Han. Kapan - kapan boleh kutraktir bakso deh! 




Informasi Buku:
Buku 49
Judul: 
Shocking Japan, Sisi Lain Jepang yang Mengejutkan
Penulis: Junanto Herdiawan
Penerbit: B First
Tebal: 161 Halaman
Cetakan: I, 2012

10 komentar:

  1. Aduh Mas Eko, itu icon tembaknya lucu bangeet. :))

    Jadi penasaran sama buku ini. Tadinya kupikir buku traveling biasa

    BalasHapus
  2. makasih mbak dewi. hihihihihi

    BalasHapus
  3. Ih.. Ih.. Kok dlu pas nebak aku gak dikasih emote2 lucu gini sih?? *drama*
    Eh tp aku dikasih video ding :D

    BalasHapus
  4. @aluna: Jadi santa abadiku aja mbak, pasti tak kasih emoticon deh, hahahahha

    BalasHapus
  5. emoticonnya lucu banget #salahfokus =))

    BalasHapus
  6. halooo~! betul banget nih, emang nggak bakat bikin riddle.. hehehee :) salam kenal...

    BalasHapus
  7. Takhayul mistis bisa bersandingan dengan dunia modern yang sangat rasional, sangat bagus tu kayaknya kehidupan di Jepang

    BalasHapus
  8. Mana baksonya? Wkwkwk *nagih*

    BalasHapus
  9. @oky septya: hayoo kapan ke kotaku mbak. hehhehehehhehhe

    BalasHapus