Pages

Kamis, 05 Februari 2015

Love Letters


Foto Oleh: Ferly Arianto

Anda bisa menjuluki buku ini buku fotografi, buku sajak, atau pun buku kisah cinta yang nyata. Di halaman – halamannya yang semuanya berwarna, anda akan menemukan foto – foto karya sang penulis, Ferly Arianto, yang indah dan juga tulisan – tulisannya dalam bentuk sajak dan paragraf – paragraf pendek kisah cinta kenalannya.

Mari kita bahas mulai dari foto – fotonya. Sayang, saya bukan orang yang tahu dengan fotografi. Tapi mata awam saya bisa mengatakan bahwa foto – foto Ferly yang tercetak di buku ini sangat “wah!”. Banyak objek – objek bunga di sini. Tidak heran, karena memang buku ini berkisah tentang cinta. Yang membuat saya takjub adalah bahwa foto – foto bunga ini selalu pas dengan warna halaman – halaman buku. Jika anda mencukupkan diri hanya dengan melihat foto – foto yang terpampang di sini, anda sudah akan cukup puas.

Sekarang kita ke sajak – sajaknya. Terus terang, saya kurang bisa menikmati sajaknya. Bukan hanya karena sajaknya berbahasa Inggris. Akan tetapi karena sajak – sajak yang ditulis oleh Ferly, tidak berima. Ya, saya tidak bisa menikmati sajaknya karena mereka tidak ditulis berima. Tapi kalau mencermati isinya, ada sedikit rasa wah juga di hati saya. Coba baca salah satu favorit saya ini:

Timepieces

I’ve never walked along this street
That’s been known for it’s length
Only for you
To whom i’ll walk

It’s my first dip
Strawberries into melted chocolate
With you
I tasted the sweet and sour

But it’s the second season
Strolling lively

And because of you
My reason to hold on to

I’m here for you


Kemudian kisah – kisah nyata tentang cinta. Diawali dengan yang baru pacaran selama enam bulan sampai ke pasangan yang sudah 44 tahun menikah. Kisah cinta pasangan – pasangan yang diceritakan menurut saya unik. Keunikan – keunikan inilah yang menurut saya membuat penulis menuliskan sebuah kalimat singkat di awal buku: “Penulisan buku ini membuat saya tak lagi percaya ‘cinta pada pandangan pertama’ ”

Yang menyentuh dari buku ini adalah pada latar belakang penulisannya. Ferly terinspirasi oleh orang tuanya. Ayah Ferly yang pelaut terpaksa selalu terpisah dengan istri tercintanya. Jarak antar keduanya lah yang membuat mereka sering berkirim surat satu sama lain. Selama 40 tahun mereka menjalani kehidupan yang seperti ini dan mereka mampu menjaga cinta mereka dengan surat – surat yang selalu lancar terkirim. Namun, ketika akhirnya mereka bisa bersatu, setelah sang ayah pensiun, kedekatan mereka ini pun hanya berlangsung selama 1,5 tahun saja karena sang ayah berpulang. Cinta luar biasa yang menginspirasi bukan hanya bagi sang anak tapi juga bagi kita semua.

Sekali lagi, foto – foto yang indah dan kisah – kisah yang menyentuh, membuat buku ini, Wah!

Informasi Buku:
Buku 55
Judul:
Love Letters
Penulis: Ferly Arianto
Penerbit: Self-Publish 

1 komentar:

  1. Terima kasih untuk reviewnya,semoga bisa menjadi inspirasi.
    Untuk yang berminat pada buku ini bisa menghubungi di : franto_73@yahoo.com.
    Salam,Ferly.

    BalasHapus